🌾 “Bersatu untuk Bawang Merah Indonesia”
🐛 Hama dan Penyakit Penting
- Ulat daun bawang (Spodoptera exigua)
- Gejala: bercak putih transparan pada daun.
- Pengendalian: rotasi tanaman, tanam serempak, atau insektisida (Curacron 50 EC, Diasinon 60 EC, Bayrusil 35 EC).
- Trips (Thrips tabaci)
- Gejala: bintik keputihan pada daun hingga mengering, sering muncul saat kemarau.
- Pengendalian: atur waktu tanam, semprot Curacron 50 EC, Diasinon 60 EC, atau Bayrusil 35 EC.
- Ulat tanah (Agrotis epsilon)
- Pengendalian manual: kumpulkan ulat saat sore dan jaga kebersihan lahan.
- Penyakit bercak ungu (Alternaria porri)
- Gejala: bercak keputihan pada daun tua yang lama-kelamaan menjadi ungu keabu-abuan.
- Pengendalian: rotasi tanaman, semprot air setelah hujan, dan gunakan fungisida (Antracol 70 WP, Dithane M-45, Deconil 75 WP, Difolatan 4 F).
- Nematoda akar (Ditylenchus dipsaci)
- Gejala: tanaman kerdil, umbi tidak terbentuk.
- Pengendalian: gunakan Furadan 3G sebanyak 20–80 kg/ha.
🌾 Panen dan Pascapanen
Bawang merah siap panen pada umur 65–75 hari setelah tanam, dengan ciri:


