Budidaya Bawang Merah Di Lahan Kering

🐛 Hama dan Penyakit Penting

  1. Ulat daun bawang (Spodoptera exigua)
    • Gejala: bercak putih transparan pada daun.
    • Pengendalian: rotasi tanaman, tanam serempak, atau insektisida (Curacron 50 EC, Diasinon 60 EC, Bayrusil 35 EC).
  2. Trips (Thrips tabaci)
    • Gejala: bintik keputihan pada daun hingga mengering, sering muncul saat kemarau.
    • Pengendalian: atur waktu tanam, semprot Curacron 50 EC, Diasinon 60 EC, atau Bayrusil 35 EC.
  3. Ulat tanah (Agrotis epsilon)
    • Pengendalian manual: kumpulkan ulat saat sore dan jaga kebersihan lahan.
  4. Penyakit bercak ungu (Alternaria porri)
    • Gejala: bercak keputihan pada daun tua yang lama-kelamaan menjadi ungu keabu-abuan.
    • Pengendalian: rotasi tanaman, semprot air setelah hujan, dan gunakan fungisida (Antracol 70 WP, Dithane M-45, Deconil 75 WP, Difolatan 4 F).
  5. Nematoda akar (Ditylenchus dipsaci)
    • Gejala: tanaman kerdil, umbi tidak terbentuk.
    • Pengendalian: gunakan Furadan 3G sebanyak 20–80 kg/ha.

🌾 Panen dan Pascapanen

Bawang merah siap panen pada umur 65–75 hari setelah tanam, dengan ciri:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *